Benarkah Wifi Dan Ponsel Akan Menyebabkan Kanker Otak ?

Benarkah Wifi Dan Ponsel Akan Menyebabkan Kanker Otak ?

Di media sosial dan whatsapp group baru-baru ini beredar berita tentang bahaya radiasi handphone yang bisa menyebabkan kanker otak. Terutama anak-anak yang sudah sejak dini memegang gadget. Cukup membuat kita resah dan waspada, terutama karena admin pun mempunyai 2 anak di bawah usia 10 tahun yang sering memegang ponsel.

 

WiFi dan ponsel tidak menyebabkan kanker otak

Disebutkan di berita yang beredar tersebut bahwa telah ada penelitian terhadap radiasi yang dihasilkan oleh telepon seluler tersebut. Disebutkan di sana telah ada banyak ahli yang menetapkan bahwa handphone termasuk dalam kategori benda yang mempunyai resiko tinggi untuk kesehatan yang disamakan dengan pestisida, knalpot bensin dan kopi.

Konon temuan ini telah diumumkan oleh IARC atau Badan Internasional untuk Penelitian Kanker yang berada dibawah WHO setelah melakukan beberapa riset selama satu minggu penuh.

Tapi setelah admin telusuri dari web The International Agency for Research on Cancer (IARC), ternyata kesimpulan mereka sangat berbeda dengan yang beredar di dunia maya.

Conclusions and outlook
In conclusion, in this update of a nationwide study of mobile phone subscribers in Denmark we found no indication of an increased risk of tumours of the central nervous system. The extended follow-up allowed us to investigate effects in people who had used mobile phones for 10 years or more, and this long term use was not associated with higher risks of cancer. Furthermore, we found no increased risk in temporal glioma, which would be the most plausible tumour location if mobile phone use was a risk. As a small to moderate increase in risk for subgroups of heavy users or after even longer induction periods than 10-15 years cannot be ruled out, however, further studies with large study populations, where the potential for misclassification of exposure and selection bias is minimised, are warranted.

Bisa selengkapnya di baca di link ini.

benarkah-ponsel-menyebabkan-kanker-otak

Hasil penelitian Gary Larson : Efek Wifi dan Ponsel

Apakah benar WIFI dan handphone yang sedang dipakai oleh anak kita akan menyebabkan kanker ?

gary larsonGary Larson, direktur Medis Procure Proton Therapy Center – Oklahoma City menulis di sebuah media sosial sebagai berikut.
Katanya tulisan tersebut telah ditampilkan di Forbes dan diupdate oleh David Chan, MD dari UCLA, Stanford Oncology Fellowship dan Emmanuel Fabella, M.D. Ketua Departemen Penyakit Dalam Kedokteran TRMC, mantan Direktur ICU, Ex-Hospitalist.

WiFi beroperasi dalam rentang 2 sampai 5 GHz – bagian dari microwave dari spektrum elektromagnetik. Ini berada di bagian spektrum yang sama dimana ponsel beroperasi sehingga kita bisa merujuk pada radiasi elektromagnetik WiFi atau ponsel secara bergantian.

 

spektrum radiasi elektromagnetik

 

Ini adalah gelombang radio yang tidak berbeda dengan yang digunakan untuk menyiarkan program televisi – kecuali frekuensi yang lebih tinggi. Mereka tidak sekuat frekuensi sebagai cahaya tampak – dan tidak ada yang khawatir terkena kanker dari cahaya tampak (Sinar ultra violet, di sisi lain, menyebabkan kanker kulit. Tapi ini adalah energi minimum yang diperlukan untuk menyebabkan ionisasi yang dapat menyebabkan pecahnya untaian DNA – yang merupakan mekanisme dimana sel-sel kanker dapat diciptakan). Dan tidak ada bukti yang dapat dipercaya bahwa radiasi non-pengion memiliki efek kesehatan yang merugikan sama sekali. Tidak ada mekanisme radiobiologis yang bisa menjelaskan hubungan semacam itu – dan sama sekali tidak ada bukti ilmiah yang valid bahwa hal ini pernah terjadi.
Gary telah merawat pasien kanker selama lebih dari tiga puluh tahun sebagai ahli onkologi radiasi bersertifikat dan telah mengenal setiap agen karsinogenik yang diketahui oleh manusia. Dia menegaskan bahwa gelombang radio tidak dapat membahayakan (kecuali jika kira berada di jalur paparan gelombang mikro yang berkekuatan multi-megawatt yang pastinya akan memanggang kita).

Belum pernah (dan tidak akan pernah ada) uji coba secara acak yang menilai kaitan sebab akibat antara emisi frekuensi radio dan penyakit neoplastik. Agar mendapat penelitian acak, separuh dari subyek yang dipilih secara acak harus menghindari penggunaan ponsel. Dan itu tidak akan terjadi.

Manusia telah terpapar radiasi frekuensi radio buatan manusia selama lebih dari 100 tahun dan kita selalu terpapar radiasi gelombang mikro dari kosmos.

Misalnya, periode latency untuk bahaya yang diinduksi oleh radiasi adalah rata-rata 20 tahun, namun studi epidemiologi terhadap kelompok besar orang (yang hanya memerlukan beberapa ribu pasien untuk mencapai signifikansi secara statistik) yang terpapar radiasi ionisasi mulai menunjukkan peningkatan di atas garis dasar setelah 7 tahun. Jadi secara konservatif, setidaknya harus ada sedikit ekskalasi kasus glioma, yang disebabkan oleh radiasi elektromagnetik seluler (atau WiFi) sekarang.

Lihat referensi berikut ini yang melihat semua kasus glioma yang dilaporkan akibat radiasi pengion (di mana kita memiliki penjelasan yang masuk akal untuk sebab dan akibat). Jutaan orang telah menerima iradiasi otak dan hanya 73 kasus glioma yang diinduksi radiasi telah dilaporkan.

Sebuah Laporan tentang Glioma yang Terinduksi Radiasi 

Gary dan teman-temannya disebutkan telah memiliki bukti bahwa ponsel (atau WiFi) TIDAK menyebabkan peningkatan tumor otak. Lihatlah periode waktu di mana penggunaan ponsel menjadi umum – katakanlah selama dua puluh tahun terakhir. Selama masa itu, kejadian tumor otak tetap benar-benar datar. Dengan lebih dari 4 miliar orang menggunakan ponsel (atau WiFi) saat ini, jika memang ada pengaruh pada perkembangan tumor otak, maka kita akan melihat hal itu sekarang. Namun ternyata tidak.

Data dari National Cancer Institute di bawah ini menunjukkan tidak ada peningkatan insiden tumor otak primer selama periode waktu telepon seluler telah digunakan.

data kasus kanker otak dan system syaraf
Katakanlah seseorang menemukan hubungan potensial antara membawa koin di saku Anda dan risiko jenis tumor tertentu. Ini akan memicu kegilaan aktivitas di antara sekelompok orang yang yakin bahwa hubungan ini nyata. Mereka akan melobi undang-undang yang mewajibkan tanda peringatan ditempatkan pada mesin perubahan. Efeknya akan bola salju sampai beberapa orang menuntut agar pemerintah menghentikan pencetakan koin.

Jadi mari kita tinjau.

Tidak ada mekanisme biologis untuk menjelaskan mengapa radiasi non pengion (seperti emisi gelombang radio ponsel) dapat menyebabkan semua jenis tumor.
Gary mengatakan telah memiliki mekanisme untuk menjelaskan hubungan antara radiasi pengion dan tumor induksi. Namun dari jutaan orang yang telah menerima terapi radiasi ke otak mereka, hanya terdapat 73 kasus glioma yang diinduksi radiasi telah dilaporkan dalam literatur dunia.

Untuk radiasi yang diinduksi neoplasma secara umum, studi epidemiologi dapat menunjukkan peningkatan kemungkinan tumor dengan hanya beberapa ribu orang selama periode waktu kurang dari 10 tahun.
Setidaknya ada sesuatu yang berurutan jutaan (jika bukan miliaran) orang telah menggunakan telepon seluler selama lebih dari dua dekade sekarang dan tidak ada bukti bahwa kejadian tumor otak telah meningkat selama periode waktu itu.

Kesimpulan.

Ada pro kontra dalam masalah radiasi ponsel dan WiFi, dan kedua kubu tersebut mengajukan pendapatnya untuk kita analisa. Yang mengharuskan kita bijak dalam menyikapinya. Admin sendiri selalu mengecek berita yang masuk dan tidak langsung percaya dengan berita yang disebarkan di dunia medsos. Yang terbukti dari link yang dikutip langsung dari web IARC, bahwa justru kesimpulan hasil penelitian mereka bertolak belakang dengan kabar yang beredar.

Tapi bagaimana pengaruh ponsel terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya ? Nah, silahkan teliti sendiri ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *